Kamis, 25 Agustus 2011

ibu, ajariku tuk memilih pendamping hidupku!

Bismillah,

Suatu hari, seorang anak lelaki bertanya pada Sang Ibu..

"Bu, jika kelak anakmu ini akan menikah. Istri seperti apa yang mesti kupilih ?"

Sang Ibu yang bijak pun menjawab,

"Nak, Seorang istri yang baik adalah dia yang saat kau pandang hilanglah resahmu.

Saat Kau bersamanya tentram hatimu. Saat kau pamit menjemput rizki, ia lambaikan tangannya sambil mendoakanmu..."



Sang Ibupun bersenandung :

..............................

Mencipta rumahnya seindah syurga

menjaga akhlaqnya sebening mata

Qonaah selendangnya dalam rumah tangga

sejuk di kalbunya tunduk pandangnya

..............................

(Permata dunia, Suara Persaudaraan)



"Tapi Bu... AKu kan belum tahu sifatnya. Bagaimana aku dapat mengenalnya" Sang Anak menyela.

Sang Ibu menjawab "Nak.. Jika kau ingin melihat kasih sayangnya padamu, lihatlah bagaimana ia memuliakan ayah bundanya. Jika kau ingin tahu apakah ia kasih terhadap anak-anakmu kelak, lihatlah perlakuannya terhadap adik kakaknya."



"Lalu bagaimana jika aku ingin memiliki istri secantik Aisyah, secerdas Anna, dan setulus Maryam" Sambil tersipu sang anak bertanya.

"Kau harus memiliki jiwa setegar Azzam juga berilmu dan sebijak Fahri," Jawab Sang Ibu.



Sang Anak termenung sejenak..



Sang Ibu menandaskan kembali,



"Nak... jodohmu sudah ada di tanganNya. jangan pernah kau khawatir. Khawatirlah jika kau belum bisa memperbaiki diri. Khawatirlah bila kau belum pantas menjadi seorang suami bagi pendampingmu. Khawatirlah jika ibadahmu hanya tuk dilihat olehnya. Padahal Dia yang memberikannya untukmu...

Nak, perbaiki akhlaqmu, maka kau kan dapatkan gadis pujaan hatimu.

Luruskan niatmu, maka kau kan dapatkan biadari dunia akhiratmu.

Sempurnakan ikhtiarmu, maka jodohmu kan mendekat padamu" Pesan Sang Ibu..



Sang Anakpun mulai mengerti, ia balas senandung sang ibu dengan sebuah syair dari Suara Persaudaraan yang beberapa hari ini hafal dan resapi maknanya.



Apabila telah tiba masaku

untuk segera mengakhiri lajangku

dengan segenap kemampuan Allah berikan

InsyaAllah janjiku segera kutunaikan



Tapi bila kuraba dalam hati

dalam serumpun pertanyaan silih berganti

adalah semua kulakukan terlalu dini

berdegup jantung didada kendalikan diri



Namun pernikahan begitu indah kudengar

membuat kuingin segera melaksanakan

namun bila kulihat aral melintang pukang

hatiku selalu maju mundur dibuatnya



Akhirnya aku segera tersadar

hanya kepada Allahlah tempat aku berrsandar

yang akan menguatkan hatiku yang terkapar

InsyaAllah azzamku akan terwujud lancar

(Galau, Suara Persaudaraan)



Sang Ibupun tersenyum dan mendoakan sang puteranya..



Setulus hati,

Setia Furqon Kholid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar